Showing posts with label Adab. Show all posts
Showing posts with label Adab. Show all posts

Tuesday, June 3, 2014

Cara Ahlus Sunnah Menghadapi Kekuatan-kekuatan Politik Anti Islam


Demokrasi, dengan segenap perangkatnya, telah memberikan kesempatan kepada kelompok-kelompok sesat anti Islam seperti JIL, Syi’ah, dan lain-lain untuk menduduki jabatan-jabatan politik yang sangat strategis.
Wajar jika muncul kekhawatiran terhadap makar-makar musuh Islam yang akan semakin menguat karena ditopang oleh kekuasaan. Walau sesungguhnya, kesadaran akan bahayanya makar mereka selalu dituntut dari seorang muslim, terlepas apakah mereka berkuasa atau tidak.
Yang menjadi masalah, bagaimana cara menyikapi makar tersebut. Sangat disayangkan, telah sampai kepada kami sebagian Ikhwan yang menyikapinya dengan cara yang kurang tepat. Diantaranya, ada yang sampai mengatakan, “Untuk apalagi menuntut ilmu, sekarang saatnya latihan fisik untuk menghadapi orang-orang Syi’ah yang mulai masuk melalui jalur politik dan sosial kemasyarakatan.” Padahal ilmu adalah pelita dalam kegelapan, tidak akan bermanfaat kekuatan fisik tanpa ilmu.
Sebagian lagi tenggelam dalam pembicaraan tentang kondisi politik kontemporer, dunia Facebook, Twitter hingga website-website yang dianggap rujukan dalam ilmu-ilmu Islam pun mengambil bagian yang besar dalam diskusi berita-berita politik, walau sering kali berita-berita tersebut berasal dari sumber-sumber yang tidak jelas, bahkan media-media berpaham pengkafiran dan media-media sekuler.

Ahlus Sunnah yang Penyayang (Catatan Kecil Menjelang Pemilihan Presiden Indonesia 2014)


Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Hatta Rajasa
Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla
Para Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia tahun 2014, alhamdulillaah mereka semuanya muslim -ini yang zhahir, adapun yang tersembunyi adalah urusan mereka dengan Allah ta’ala-, maka saya ingin mendoakan, semoga Allah ta’ala senantiasa mencurahkan rahmat-Nya, kasih sayang-Nya kepada mereka semuanya.
Makna doa tersebut diterangkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah,
غفر الله لك ما مضى من ذنوبك، ووفقك بالمغفرة فالمغفرة لما مضى من الذنوب، والرحمة والتوفيق للخير والسلامة من الذنوب في المستقبل
“Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepadamu artinya semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu, dan memberikan taufiq kepadamu untuk meraih ampunan, maka ampunan di sini untuk dosa yang telah berlalu. Dan memcurahkan rahmat serta taufiq kepadamu untuk melakukan kebaikan dan selamat dari dosa-dosa di masa yang akan datang.” [Syarhu Tsalatsatil Ushul, hal. 19]

Saturday, May 17, 2014

Berdakwah dengan Hikmah dan lemah lembut

Mengambil Faidah Hadist Jibril


عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.
Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”
Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”
Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”
Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no. 8]



Download rekamam kajian yang mmebahas faidah dari hadist jibril
Download MP3
isi rekaman seputar faidah berdakwah lemah lembut dan mengejarkan ilmu dengan lemah lembut dan hikmah

Wednesday, May 14, 2014

Berahlak Mulia Terhadap Hewan




Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu, maka apabila kalian membunuh hendaklah berlaku ihsan di dalam pembunuhan, dan apabila kalian menyembelih hendaklah berlaku baik di dalam penyembelihan, dan hendaklah salah seorang kamu menyenangkan sembelihannya dan hendaklah ia mempertajam mata pisaunya" [HR Muslim : 1955]

Dalam islam tidak hanya mengajarkan berbuat baik terhadap manusia saja akan tetapi seorang muslim harus memiliki ahlak yang mulia dan adab yang baik terhadap binatang, Nah bagaimana adab terhadap hewan??
simak kajian berikut pembahasan bagaimana seorang muslim berbuat baik kepada hewan dan mahluk Allah lainnya.

Download Mp3

Sunday, May 11, 2014

4 Faidah Emas imam An Nawawi dalam Bermasyarakat



ليس منا من لم يرحم صغيرنا و يوقر كبيرنا
 “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak mengasihi yang lebih kecil dan tidak menghormati yang lebih besar”. (HR. At-Tirmidzi dari sahabat Anas rodhiyallahu ‘anhu dan dishohihkan oleh Al Albany di Shohih Al Jami’ no. 5445)
Download Rekaman kajian Mp3 bagaimana seorang muslim ber ahlak yang baik dalam hidup bermasyarakat. Dalam kajian dibahas secara tuntas sikap seorang muslim dalam meneladani generasi salaf dalam bermasyarakat.
Link download klik link di bawah ini:
Download MP3

Friday, April 18, 2014

Silaturahim Kepada Maula


Telah sampai Materi kajian bersama Ustadz Taufik Badri Lc pada Kitab adabul Mufrad, Bab Silaturahim. Untuk mendapatkan Rekaman kajian pada hadist di bawah ini bisa mendowonloadnya pada link dibawah ini 
Download MP3



32. Pelajarilah Nasab-nasabmu yang Harus Engkau Sambung Hubungan Silaturrahimnya 38

53/72.Dari Jabar ibnu Muth'im, bahwasanya dia mendengar Umar bin Khaththab radhiyalla.hu 'anhu berbicara di atas mimbar,

٥٣/٧٢ -  تَعَلَّمُوْا أَنْسَابَكُمْ ثُمَّ صِلُوْا أَرْحَامَكُمْ وَاللهِ إِنَّهُ لَيَكُوْنُ بَيْنَ الرَّجُلُ وَبَيْنَ أَخِيْهِ الشَّيْءُ وَلَوْ يَعْلَمُ الَّذِي بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ مِنْ دَاخَلَةِ الرَّحِمِ َلأَوْزَعَهُ ذَلِكَ عَنْ اِنْتِهَاكِهِ   

"Pelajarilah nasab-nasabmu, kemudian jalinlah silaturrahim kepada kerabat-kerabatmu. Demi Allah, sesungguhnya ada sesuatu yang terdapat di antara seseorang dan saudaranya. Sekiranya dia mengetahui antara dia dan saudaranya semenjak di dalam rahim, maka niscaya ia akan mencegah untuk tidak merusaknya."
Hasan sanadnya, dan shahih diriwayatkan secara marfu', As-Silsilah Ash-Shahihah (277).
54/73. Dari Ibnu Abbas, bahwas

Friday, March 28, 2014

Silaturahim Connecting People

Download Rekaman Kajian hadist di bawah ini bersama Ustadz Taufik Badri membahasa kitab adabul Mufrad,   link download, silakan klik "Download MP3"

29. Keutamaan Menjalin Silaturrahim dengan Kerabat yang Zhalim 35

50/69. Dari Al Bara' berkata, "Seorang Arab Badui datang lalu berkata, 'Wahai Nabi Allah! ajarkanlah suatu amal yang bisa memasukkan aku ke surga?, Rasulullah menjawab,
٥٠/٦۹ -  لَئِنْ كُنْتَ أَقْصَرْتَ الْخُطْبَةَ لَقَدْ أَعْرَضْتَ الْمَسْأَلَةَ، أَعْتِقِ النَّسَمَةَ، وَفُكَّ الرَّقَبَةَ، قَالَ: أَوَ لَيْسَتَا وَاحِدًا؟ قَالَ" لاَ عِتْقُ النَّسَمَةِ أَنْ يَعِْتِقَ النَّسَمَةِ وَفّكُّ الرَّقَبَةِ اَنْ تُعِيْنُ عَلَى الرَّقَبَةِ، وَالْمُنِيْحَةُ الرُّغُوْبَ، وَالْفَيْءُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَأُمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ، وَإِنْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَكُفَّ لسَانَكَ إِلاَّ مِنَ لْخَيرِِ  

'Jika engkau meringkas khutbah (pembicaraan), maka engkau telah memaparkan persoalan, merdekakanlah budak, dan bebaskanlah budak.' Arab Badui itu bertanya, 'Bukankah keduanya itu satu (sama)?' Nabi menjawab, "Tidak, memerdekakan budak adalah melepaskan budak dan membebaskan budak adalah memberi pertolongan kepada budak dan kepada unto yang susunya, dan memberi harta Ja'i (rampasan perang) kepada kerabat. Jika anda tidak mampu melakukan hal itu, maka serulah kebaikan dan cegahlah kemungkaran. Jika tidak mampu, maka jagalah lisanmu kecuali dari kebaikan'."
Shahih -Ta'liqur Raghib (2/47), Al Misykah (3384)

30. Menjalin Silaturrahim kepada Seseorang pada zaman Jahiliyyah kemudian Dia Masuk Islam 36



51/70. Dari Hakim ibnu Hizam, bahwasanya dia berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
٥۱/٧٠  -  أنه قال للنبي صلى الله عليه وسلم أَرَأَيْتُ أُمُوْرًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صِلَةٍ وَعَتَاقَةٍ وَصَدَقَةٍ فَهَلْ لِي فِيْهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: حَكِيْمٌ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ لَكَ مِنْ خَيْرٍ      
"Bagaimana pendapatmu tentang perbuatan yang aku lakukan pada masa Jahiliyyah, seperti silaturrahim, memerdekakan budak, dan sedekah. Apakah aku mendapatkan pahala dari hal-hal tersebut?," Hakim berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Engkau akan menerima pahala kebaikan yang telah engkau lakukan'."

Shahih, di dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (248). (Bukhari, 24- Kitab Az-Zakat, 24- Bab Man Tashaddaqa Fisy-Syirki Tsumma Aslama). Muslim, 1- Kitab Al lman, hadits 194,195,196).
31. Silaturrahim kepada Kerabat yang Musyrik dan Memberi Hadiah-37


52/71. Dari Ibnu Umar, bahwa Umar melihat pakaian yang bercampur dengan sutera, lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Alangkah baiknya jika engkau membelinya lalu memakainya pada hari jum'at atau ketika menerima utusan yang mengunjungimu." Rasulullah menjawab.
٥٢/٧۱  - يَا عُمَرَ! إِنَّمَا يَلْبَسُ هَذِهِ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ ثُمَّ أَهْدِىَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا حَلَلٌ فَأَهْدَى إِلَى عُمَرَ مِنْهَا حُلَّةً فَجَاءَ عُمَرَ إِلَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ بَعَثْتَ إِلَىَّ هَذِهِ وَقَدْ سَمِعْتُكَ قُلْتَ فِيْهَا مَا قُلْتَ! قَالَ: إِنِّي لَمْ أُهْدِهَا لَكَ لِتَلْبِسَهَا إِنَّمَا أَهْدَيْتُهَا إِلَيْكَ لِتَبِيْعَهَا أَوْ لِتَكْسُوْهَا. فَأَهْدَاهَا عُمَرَ لأَِخُ لَهُ مِنْ أُمِّهِ مُشْرِكٌ   

"Wahai Umar pakaian ini hanya dipakai oleh orang yang tidak mendapatkan bagian (di akhirat)." Kemudian, (suatu hari) dihadiahkan kepada Nabi beberapa potong dari pakaian tersebut, lalu Nabi menghadiahkan salah satunya kepada Umar. Kemudian Umar mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah! anda mengirim pakaian ini kepadaku, padahal aku telah mendengar engkau telah berkata apa yang engkau katakan tentangnya," Rasulullah r berkata, "Sesungguhnya aku tidak menghadiahkannya kepadamu agar engkau memakainya, melainkan aku menghadiahkannya kepadamu agar engkau menjualnya atau memberikannya kepada orang lain." Kemudian Umar menghadiahkan pakaian itu kepada saudaranya seibu yang (masih) musyrik.

Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (987). (Bukhari, 11-Kitab Al Jum'ah, 7- Bab Yalbasu Ahsana Ma Yajidu). Muslim, 37- Kitab Alul-Libas waz-Zinah, hadits 6, 7,8, 9)

Friday, February 14, 2014

Kewajiban Silaturrahim (rekaman Mp3)

20. Kewajiban Silaturrahim – 25

34/48. Dari Abu Hurairah berkata,
٣٤/٤٨   لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ اْلآيَةِ: {وَأَنْذَرْ عَشِيْرَتَكَ اْلأَقْرَبِيْنَ} (الشعراء : ٢۱٤)  قَاَم النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَادَى: يَا بَنِى كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ! اَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِى عَبْدِ مَنَافٍ! أَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِى هَاشِمِ! أَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ! أَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا فَاطِمَةُ بِنْتِ مُحَمَّدٍ! أَنْقِذِي نَفْسِكَ مِنَ النَّارِ فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللهُ شَيْئًا، غَيْرَ أَنَّ لَكُمْ رَحِمًا سَاَبُلُّهَا بِبلاَلِهَا.   

"Tatkala turun ayat, '(Dan peringatkanlah keluargamu yang terdekat)' (Qs. As-Syu'araav (26): 214), maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri lalu mengajak (kaumnya),
'Wahai bani Ka'ab Ibnu Lu'ai!, selamatkartlah dirimu dari siksa neraka, wahai bani Abdul Manaf! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai Bani Hasyim! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai bani Abdul Muththalib!  selamatkanlah dirimu dari siksa  neraka, wahai Fatimah binti Muhammad! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka. Sesungguhnya aku tidak bisa melindungimu sedikitpun dari siksa Allah, hanya saja kalian memiliki rahim (kerabat) yang aku akan jalin silaturrahimnya di dunia.'"

Hadits shahih Ash-Shahihah (3177), (Bukhari, 55- Kitab Al Washaya, 11- Bab Hal Yadkhulunan-Nisaa' wal Walad fil Aqarib?, Muslim, 1- Kitab Al Iman, hadits 348).
21. Silaturrahim – 26
 35/49. Dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwa seorang Arab Badui menghadang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam perjalanannya, lalu berkata,

٣٥/٤۹  أَخْبِرْنِي مَا يُقَرِّبُنِى مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ، قَالَ: تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ  
"Ceritakanlah kepadaku hal-hal yang mendekatkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka," Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Sembahlah Allah dan janganlah engkau menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dirikanlah shalat, bayarlah zakat, dan sambunglah silaturrahim."

Shahih, di dalam kitab At-Targhib (743), (Bukhari, 24-Kitab Az-Zakat, 1- Bab Wujubuz-Zakat, Muslim, Kitab Al Iman, hadits 12).
36/50.   Dari  Abu   Hurairah,  bahwa  Rasulullah  shallallahu   'alaihi wasallam bersabda,


٣٦/٥٠  خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجّلَّ الْخَلْقَ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهُ قَامَتِ الرَّحِمُ، فَقَالَ: مَهْ! قَالَتْ : هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ، قَالَ: أَلآ تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ َوصَلَكِ وَاَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكَ؟ قَالَتْ: بَلَى يَا رَبِّ! قَالَ: فَذَلِكِ لَكِ، ثُمَّ قَالَ: أَبُو هُرَيْرَةَ: اِقْرَأُوْا إِنْ شِئْتُمْ  فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنً تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوْا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ (خحمد : ٢٢)    
"Allah Azza wa Jalla telah menciptakan makhluk, maka ketika selesai penciptaan-Nya rahim berdiri, lalu Allah berkata, 'Berhenti!.' Rahim menjawab, 'Ini adalah tempat orang yang berlindung kepada-Mu dari memutuskan hubungan (kerabat).' Allah berkata, 'Apakah engkau rela aku menjalin hubungan (silaturrahim) dengan orang yang menyambungmu dan Aku memutuskan yang memutuskanmu?' Rahim menjawab, "Ya, wahai Tuhanku!' Allah berkata, "Yang demikian itu untukmu."
Kemudian Abu Hurairah berkata, "Bacalah jika kalian mau, '(Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?)" (Qs. Muhammaad(47): 22)


Shahih, di dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (2741), (Bukhari, 65- Kitab At-Tafsir, 47 Surah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Muslim, 45- Kitab Al Birru Wash-Shilau wal Adab, hadits 16).
Downoad Kupas Tuntas seputar Syarah hadist diatas oleh ustadz Taufik badri pembahasan kitab adabul Mufrad.

Berbuat Baik kepada orang tua dalam yang kecil

18. Tidak Dibolehkan kepada Seseorang untuk Memangggil Bapaknya dengan Namanya, Duduk Sebelumnya, dan Tidak Boleh Berjalan di Depannya- 23

32/44. Dari Urwah -atau yang lain-


٣٢/٤٤  أَنْ أَبَا هُرَيْرَةَ أَبْصَارَ رَجُلَيْنِ، فَقَالَ لاَِحَدِهِمَا: مَا هَذَا مِنْكَ؟ فَلَالَ أَبِي، فَقَالَ: لاَ تُسَمِّهِ، بِاسْمِهِ وَلاَ تَمْشِ أَمَامَهُ وَلاَ تَجْلِسْ قَبْلَهُ  

Bahwa Abu Hurairah melihat dua orang laki-laki, lalu dia berkata kepada salah satunya, "Apa hubungannya dengan kamu?, Orang itu menjawab, "Dia bapakku," Lalu Abu Hurairah berkata, "Janganlah engkau memanggilnya dengan namanya, janganlah engkau berjalan di depannya, dan janganlah engkau duduk sebelumnya."
Shahih. sanadnya.

19. Apakah Seseorang Memberi Gelar kepada Bapaknya? – 24


33/46. Dari Ibnu Umar berkata,

٣٣٦  لَكِنْ أَبُو حَفْصٍ عُمَرُ قَضَى  


"Tetapi Abu Hafsh   Umar memberi keputusan (hukum)."


Shahih, sanadnya.

download rekaman kajian ustadz Taufik badri di link berikut:
Download MP3


Wednesday, January 22, 2014

Memberitahukan tentang Islam kepada Ibu yang Nasrani




26/34. Dari Abu Hurairah, dia berkata:
٢٦/٣٤   مَا سَمِعَ بِي أَحَدٌ يَهُوْدِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ اِلاَّ أَحَبَّنِىﻧ إِنَّ اُمِّى كُنْتُ أُرِيْدُهَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ فَتَأْبَى فَقُلْتُ لَهَا: فَأَبَتْ، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: اُدْعُ اللهَ لَهَا، فَدَعَا، فَأَتَيْتُهَا وَقَدْ أَجَافَتْ عَلَيْهَا الْبَابَ، فَقَالَتْ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ! إِنِّي أَسْلَمْتُ، فَأَخْبَرْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: اُدْعُ اللهَ لِي وَلأُمِّى، فَقَالَ: اَللَّهُمَّ عَبْدُكَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ وَأُمَّهُ، أَحِبَّهُمَا إِلَى النَّاسِ.  

"Tidak seorangpun Yahudi atau Nasrani mendengar (perkataanku) kecuali dia mencintaiku. Sesungguhnya aku menginginkan ibuku agar masuk Islam, tetapi dia menolak. Aku berkata kepadanya, tetapi dia menolak. Kemudian aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Doakanlah ibuku kepada Allah." Lalu Nabi mendoakannya. Kemudian aku mendatanginya (ibuku), pintu telah menutup dia, lalu dia berkata, "Wahai Abu Hurairah! Sesungguhnya aku telah masuk Islam.' Aku Memberitahukan (hal ini) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku berkata, 'Berdoalah kepada Allah untukku dan untuk ibuku," Kemudian Nabi berdoa, 'Ya Allah! ini hamba-Mu Abu Hurairah dan ibunya, jadikanlah keduanya dicintai orang lain'."

Hasan, di dalam kitab Al Misykah (5895), (Aku tidak menemukan hadits ini dalam Kutub As-Sittah). Aku berkata, "Bahkan hadits tersebut terdapat dalam Shahih Muslim (7/165 - 166) dengan susunan lafazh yang lebih lengkap dari pada hadits ini."

16. Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Setelah Keduanya Meninggal -19


27/36. Dari Abu Hurairah, dia berkata,

٢٧/٣٦  تَرْفَعُ لِلْمّيِّتِ بَعْدَ مَوْتِهِ دََرجَتُهُ فَيَقُوْلُ: أَيْ رَبَّ! أَيُّ شَيْءٍ هَذِهِ؟ فََيُقَالُ: وَلَدُكَ اسْتَغْفِرَ لَكَ  


"Diangkat derajat mayat seseorang setelah meninggalnya, lalu berkata, 'Wahai Tuhanku! apa yang terjadi?' Lalu dikatakan, 'Anakmu memohonkan ampunan untukmu."
Hasan, sanadnya.       
28/37. Dari Muhammad Ibnu Sirrin, dia berkata:

٢٨/٣٧  كُنَّا عِنْدَ أَبِى هُرَيْرَةَ لَيْلَةً فَقَالَ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِلأَبِى هُرَيْرَةَ وَلأُمِّى وَلِمَنِ اسْتَغْفِرَ لَهُما. قَالَ مُحَمَّدً: فَنَحْنُ نَسْتَغْفِرُ لَهُمَا حَتَّى نَدْخُلَ فِي دَعْوَةِ أِبِى هُرَيْرَةَ  

"Kami pernah berada di sisi Abu Hurairah pada suatu malam," Lalu dia berdoa, 'Ya Allah, ampunilah Abu Hurairah, ibuku dan orang yang memohonkan ampunan untuk keduanya." Muhammad berkata, "Lalu kami memohonkan ampunan untuk keduanya sehingga kami masuk bagian dari doa Abu Hurairah."

Hasan, sanadnya.
29/38.   Dari   Abu   Hurairah  bahwa   Rasulullah   shallallahu   'alaihi wasallam bersabda,

٢۹/٣٨  إِذَا مَاتَ الْعَبْدُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدُ صَالِحٍ يِدْعُو لَهُ  


"Apabila seorang hamba meninggal, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang selalu mendoakannya."

Shahih, di dalam kitab Al \rwa' (1580), (Muslim, 25- Kitab Al Wasiyyah, hadits 14).
30/39. Dari Ibnu Abbas, bahwa seseorang berkata,

٣٠/٣۹  يَا رَسُوْلُ اللهِ! إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَلَمْ تُوْصِ، أَفَيَنْفَعُهَا أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ . 
"Wahai Rasulullah! Sesungguhnya ibuku telah meninggal dan belum berwasiat. Apakah akan bermanfaat baginya jika aku bersedekah untuknya?." Rasul menjawab, "Ya."


Shahih, disebutkan di dalam kitab Shahih Abu Daud (2566), Bukhari, dan yang lainnya. Tidak ada seorang pentahqiq yang dapat mendeteksi keberadaan hadits tersebut dalam Kutub As-Sittah


Download Rekaman MP3 pembahsan hadist diatas oleh Ustadz Taufik badri:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...